Kajian Teologis Peranan Gereja Dalam Memerdekakan Masyarakat Dari Kemiskinan
Abstract
Poverty is a reality that exists within society and is an unavoidable aspect of human life. The Bible explicitly discusses poverty as a constant presence in human existence. The Church, in its theological and ecclesiological functions, serves as a medium for proclaiming the Gospel, with its target being the world in which society resides. In a pejorative sense, the Church represents Christianity, and the foundation of Christianity is love, which must be enacted in society. Therefore, the Church cannot detach itself from the issues present in human life, as it endeavors to realize the social dimension of Christian faith. The Church's efforts to liberate society from poverty are carried out through diaconal services, a form of ministry that reflects the compassion of the early Church, serving as a standard for measuring the Christianity of believers. The egalitarian principle, which asserts that every individual, regardless of background, has the same opportunity for equality and to reduce societal disparities, serves as a guiding principle for the Church in conducting social services aimed at alleviating poverty. The Church is considered the most important institution in the world as a gift from God and a vessel to display His glory. Thus, efforts to liberate society from poverty are viewed as the Church's duty and responsibility. The research method employed is qualitative, with a text analysis approach as the primary research method. The findings indicate that if the Church fulfills its role according to biblical standards, both theologically and ecclesiologically, it can effectively liberate society from poverty through well-targeted diaconal strategies aimed at those who genuinely need assistance and are ready to be empowered.
Kemiskinan merupakan realita yang ada dalam masyarakat dan tidak dapat di hindari dari kehidupan umat manusia. Alkitab secara jelas membahas tentang kemiskinan yang selalu ada di dalam kehidupan umat manusia. Gereja dalam fungsi teologis dan eklesiologis merupakan sarana pemberitaan Injil dan sasarannya adalah dunia dimana masyarakat berada.Gereja dalam istilah peyoratif mewakili kekristenan dan landasan dari kekristenan adalah kasih yang di implikasikan dalam kehidupan di tengah-tengah masyarakat, sehingga gereja tidak dapat terlepas dari masalah-masalah yang ada dalam kehidupan manusia sebagai upaya merealisasikan dimensi social iman Kristen. Upaya gereja untuk memerdekakan masyarakat dari kemiskinan melalui pelayanan diakonia suatu bentuk pelayanan yang mengaitkan belas kasihan gereja mula-mula sebagai standar mengukur kekristenan orang percaya. Prinsip egalitarian dimana setiap individu terlepas dari latar belakang apapun memilki kesempatan yang sama untuk kesetaraan dan mengurangi kesenjangan dalam masyarakat menjadi acuan dalam gereja menjalankan pelayanan social dalam konteks mengentaskan kemiskinan. Gereja merupakan lembaga terpenting di dunia sebagai pemberian Tuhan dan bejana untuk memperlihatkan keagungan Tuhan sehingga upaya dalam memerdekakan masyarakat dari kemiskinan menjadi tugas dan tanggung jawab gereja. Metode penelitian yang di gunakan adalah kualitatif dengan pendekatan analisis teks sebagai metode penelitian utama. Hasil penelitian menunjukkan apabila gereja menjalankan peranannya sesuai standar alkitab baik secara teologis dan eklesiologis maka akan mampu memerdekakan masyarakat dari kemiskinan dengan strategi tepat dalam menjalankan diakonia dan arah sasaran tepat pada orang-orang yang memang memerlukan pertolongan serta siap untuk di berdayakan.
References
Abute, E.LA. “Konsep Kesadaran Sosial dalam Pendidikan.” Jurnal Pendidikan Glasser, 3, no.2 (2019): 186-195. https://doi.org/10.32529/glaser,v312.
Yonatan, Alex Arifianto. “Kajian Teologi Misi Dalam Roma 10:13-15 Terhadap Aktualisasi Misi Kristen.” Ritornera: Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia, 1, no.2 (2021): 13-36. https://doi.org/10.54403/rjtpi.v1i2.15.
Berkhof, Louis, Sistematika Teologi, Doktrin Gereja. Surabaya: Momentum, 2010.
Bosch, David J. Transformasi Misi Kristen, Sejarah Teologi Misi Yang Mengubah dan Berubah. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1997.
Braun, V. & Clarke, V. "Using Thematic Analysis in Psychology." Qualitative Research in Psychology, 3, no.2 (2006): 77-101.
Creswell, J.W. Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches 4th ed. Thousand Oaks, CA: SAGE Publications, 2014.
Boillu, F.M. & M.M. Pasaribu. “Peran Pendidikan Agama Kristen di Gereja Terhadap Pemberdayaan Ekonomi Kreatif Jemaat di Era Digital.” Jurnal Pengabdian Tri Bakti, 2, no.2 (2020): 118-132. http://dx.doi.org/10.36555/tribhakti.v2i2.1518.
Flick, U. An Introduction to Qualitative Research (6th ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications, 2018.
Gravan, Donald MC. Crucial issues In Mission Tomorrow. Chicago: Moody, 1972.
Kuyper, Abraham. Iman Kristen dan Problema Sosial. Surabaya: Momentum, 2014.
Malcolm, Brownlee. Tugas Manusia dunia Milik Tuhan. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1997.
Nababan, Soritua. Iman Dan Kemiskinan. Yogyakarta: Kanisius, 1986.
Norman, Thomas E. Teks-Teks Klasik Tentang Misi dan Kekristenan Sedunia. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2012.
Olson, Jeaninne. Calvin and Socio Welfare, Deacons and the Bourse Francoise. Cranburry, NJ: Susquehenna University Press, 1989.
Patton, M.Q. Qualitative Research and Evaluation Methods. 4th edition. Thousand Oaks, CA: SAGE Publications, 2015.
Philip, Richard D., Philip G. Ryken, & Dever Mark E. Gereja (The Chuch), Satu, Kudus, Katolik, dan Rasuli. Surabaya: Momentum, 2012.
Pratiwi, Eunike. Bahan Ajar Sosiologi Agama. Bekasi: Sekolah TinggiTeologi Katharos, 2023.
Wonoadi, J.P. & Ester Agustina Tandana, “THE TABERNACLE AS THE PLACE OF GOD’S PRESENCE AMONG HIS PEOPLE: A Tripartite Approach on Temple,” QUAERENS: Journal of Theology and Christianity Studies 3, no. 2 (2022): 135–54, https://doi.org/10.46362/quaerens.v3i2.75
Tomatala, Siska, Valeri Wattimena, Marlina Pollatu, Rut Pattirane, Susana Rarsina, Yohanis Noya. "Harapan DI Tengah Penderitaan: Kajian Teologi PB Terhadap Kemiskinan dan Penderitaan Yang Dialami Masyarakat Desa Kariu." NOUMENA: Jurnal Sosial Humaniora dan Keagamaan, 4, no.1 (2023): 56-67. https://doi.org/10.37196/nojisok.v4i1.754.
Silverman, D. Qualitative Research. 5th ed. London: SAGE Publications, 2020.
Stott, John. Isu-Isu Global Menantang Kepemimpinan Kristen. Jakarta: YKBK/OMF, 1996.
Swinton, J.H. & Mowat. Practical Theology and Qualitative Research., 2nd Edition. London: SCM Press, 2016.
W. Hall David., Calvin di Ranah Publik, Demokrasi Liberal, Hak Asasi dan Kebebasan Sipil. Surabaya: Momentum, 2011.
Widiatmadja, Yusuf P. Yesus dan Wong Cilik. Jakarta: BPK Gunung Mulia, cet.4, 2017.
Yewangoe, A.A. Tidak ada Penumpang Gelap, Warga Gereja Warga Bangsa. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2015.
Copyright (c) 2024 Journal of Religious and Socio-Cultural

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.








